REVIEW MONITOR ASUS DESIGNO MZ27AQ

Seri Designo adalah tempat dimana ASUS mengeluarkan hasratnya untuk merancang monitor yang elok. Selain desain yang asik punya, ASUS juga melengkapi monitornya ini dengan audio hasil kolaborasi bersama Harman Kardon. Lengkapnya spesifikasi monitor berukuran 27 inci ini meliputi resolusi panel layar IPS 2.560 x 1.440 piksel, kecerahan 350 cd/m persegi, response times 5 ms, tata suara 2.1 channel dan lain-lain. Berikut hasil ulasannya.

Modis dan Minimalis

Berkat bezelnya yang super tipis, monitor ini terlihat hampir tidak memiliki bezel saat kondisi mati. Ditambah lagi bezel tersebut berwarna hitam, semakin terlihat seolah-olah menyatu dengan panel layar.

Tetapi tidak semua bezel berwarna hitam, seperti halnya bezel bagian bawah. Meski demikian bezel berbeda warna dan ukuran itu sama sekali tidak mengurangi keelokan si monitor. Pasalnya, ASUS mendesainnya dengan alur-alur memanjang sangat tipis secara horisontal. Bezel tersebut terbuat dari bahan plastik dengan motif dan alur seperti alumunium. Plastik yang digunakan pun bukanlah tipe yang bersifat ringkih.

Menyinggung soal plastik, kerangka keseluruhan MZ27AQ terbuat dari material tersebut. Pun begitu, kaki dan leher penyangga terbuat dari bahan logam, sepertinya besi. Alasannya adalah agar monitor dapat berdiri tegap dan tetap stabil saat terkena senggolan tangan secara tidak senggaja. Material logam pada leher penyangga dilapisi oleh plastik, kemungkinan cara ini diterapkan agar selaras dengan bodi belakang monitor.

Leher penyangga dan sisi belakang monitor sudah menjadi satu sejak di dalam kemasan. Leher penyangga tidak dibuat tegak lurus ke bawah dari monitor. ASUS merancangnya dengan berbentuk diagonal dengan kemiringan kira-kira 40 derajat. Cara seperti ini menjadikan monitor MZ27AQ seakan-akan mengambang jika dilihat dari depan. Kaki penyangga dibuat berbentuk lingkaran dengan di atasnya diberi aksen desain yang menarik.

Cara pemasangan leher penyangga dan kaki penyangga pun terbilang sangat mudah. Anda dapat memilih antara menggunakan obeng atau hanya menggunakan tangan, karena di dekat baut ada mekanisme yang memudahkan pemasangan tanpa alat. Sayangnya penyangga tersebut hanya mendukung tilt yang memungkinkan monitor dimiringkan ke arah atas dan bawah. Monitor kurang dilengkapi dengan engsel untuk memutar ke arah kiri atau kanan.

Fitur dan Penggunaan

Jika dilihat dari samping, monitor terlihat sangat tipis sekitar 3/4 bagian. Sisanya ada bagian yang membesar untuk tempat komponen, termasuk untuk menempatan speaker Harman Kardon. Kisi-kisi lubang sepaker ada di sisi bawah sebelah kiri dan kanan.Lanjut ke kanan belakang, Anda akan melihat jejeran port yang menampilkan dua HDMI, satu DisplayPort, jack audio 3,5 mm, dan satu lagi adalah port untuk subwoofer yang hadir bersama paket penjualan. Tidak ada deretan tombol kontrol di manapun, yang ada hanyalah joystick lima arah untuk mengakses menu monitor.

Joystick tersebut berada di belakang sebelah kiri monitor. Akses via joystick seperti ini lebih mudah digunakan ketimbang menggunakan sederet tombol. Cukup tekan joystick ke arah yang pengguna inginkan, kemudian akan muncul antarmuka yang menandakan pengaturan selanjutnya.

Setelah menekan joystick, akan ada antarmuka di sudut kanan bawah monitor yang menginformasikan masing-masing arah akan mengeluarkan menu berbeda. Tekan tengah untuk keseluruhan menu, arahkan ke kanan untuk mematikan monitor, arahkan ke atas untuk mengakses volume, arahkan ke bawah untuk menampilkan pilihan Blue Light Filter, dan arahkan ke kiri untuk menutup menu.

Jika Anda mau mengakses menu, tekan tengah joystick setelah informasi arah tampil. Nantinya akan tampil seluruh pilihan untuk mengatur kualitas gambar, suara, dan masih banyak lagi. Pengguna dapat dengan mudah beradaptasi dengan pengaturan yang ditawarkan baik dari joystick dan antarmuka pengguna.

Terdapat sistem konfigurasi suara 2.1 channel dan kelengkapan subwoofer yang berfungsi untuk memperjelas suara bass. Pada MZ27AQ, subwoofer berasal dari monitor. Perangkat penguat bass tersebut berbentuk mirip silinder dengan ukuran tinggi sekitar 9 cm dan diameter atas sekitar 7 cm.

Cara menghubungkan subwoofer ke monitor menggunakan kabel sepanjang 40 cm serta dicolokan di bagian belakang monitor. Pengguna rasanya tidak akan salah menghubungkan antara port subwoofer dan port untuk headset karena port jack subwoofer memiliki ukuran lebih kecil, yaitu 2,5 mm.

Subwoofer milik ASUS MZ27AQ berbobot ringan dan merupakan tipe pasif, yang berarti amplifier-nya berada di dalam monitor. Bahan yang digunakan untuk membungkus speaker berfrekuensi rendah tersebut adalah plastik. Tetapi plastik yang digunakan tidak sekokoh bahan utama kerangka monitor.

Performa

ASUS menggunakan panel IPS untuk monitor Designo MZ27AQ. Sebagai pengingat, In-Plane Switching (IPS) hadir untuk mengatasi panel berteknologi Twisted Nematic (TN). Panel IPS melibatkan pengaturan dan perpindahan molekul kristal cair (liquid crystal) di antara substrat kaca, sangat mirip layaknya panel TN. Namun ketimbang kristal cair berubah menjadi formasi vertikal, kristal cair yang ada panel IPS masih berada dalam orientasi paralel.

Berhubung kristal cair masih dalam orientasi paralel, terjadi minim paparan cahaya dalam kumpulan kristal cair pada panel IPS ketimbang panel TN. Hal tersebut menjadikan panel IPS mengusung sudut pandang sangat lebar dengan rata-rata sudut pandang sebesar 178 derajat.

Lantaran menggunakan panel berteknologi IPS, performa warna di layarnya tidak menurun meski dilihat dari samping. Diuji menggunakan HD HQV Benchmark via Blu-ray player yang terhubung ke monitor dengan kabel HDMI.

Pengujian benchmark tersebut memiliki beberapa rintangan yang harus dilangkahi. Rintangan pertama adalah HD Noise Reduction. Monitor ini tidak lolos saat dicoba menjalaninya karena terlalu banyak menampilkan gangguan grain. Pengujian kedua adalah Video Resolution Loss Test. Sayangnya, monitor ini juga tidak terlalu baik ketika menjalaninya karena ada gangguan flicker di sudut-sudut layar. Selanjutnya adalah uji coba Diagonal Filter, di sini akan ada sebuah garis yang berputar-putar sehingga akan menampilkan seberapa andal monitor ketika menyodorkan garis miring. Selama menjalankan pengujian, monitor performa cukup bagus dengan gangguan kerutan garis terjadi pada sudut kemiringan 10 derajat.

Selain pengujian berbasis benchmark, diuji pula dengan menonton film untuk mengetahui performa real-nya. Film yang ditonton kali ini adalah Avatar. Ketika intro 20th Century Fox di awal-awal film, warna kuning yang disodorkannya cenderung cerah. Selanjutnya film menampilkan adegan gelap dicampur dengan monolog. Sampai di sini, terlihat distribusi lampu latar LED yang kurang baik karena ada cahaya yang berlebih di empat sudut layar. Performa warna hitam terasa kurang pekat.

Detil yang disodorkan juga tidak terlalu baik ketika menampilkan daun-daun di hutan planet pandora. Kabar baiknya adalah warna yang dihasilkan terbilang baik walau tidak istimewa, terutama pada warna primer dan sekunder. Performa gerakan cepat dapat ditangani dengan baik ketika Toruk Makto terbang melesat cepat.

Selanjutnya diuji untuk bermain gim The Witcher 3: Wild Hunt lewat MZ27AQ. Hal-hal yang kurang ketika menguji menggunakan benchmark tidak tampak di sini. Detil yang dihasilkan sangat tajam dan terbukti lewat tampilan rumput-rumput yang bergoyang terhembus angin. Setiap helai rumput tersebut terlihat jelas. Ayunan pedang Geralt ketika melawan musuh pun tidak terlalu terganggu oleh gangguan blur.

Kini saatnya membicarakan audio. Spesifikasi teknis yang dimiliki sistem audio ini adalah 6 watt untuk masing-masing speaker kiri dan kanan, serta 5 watt untuk subwoofer.

Performa yang diberikan speaker tersebut terbilang bagus. Pemisahan frekuensi terdengar tidak saling mendominasi. Efek surround tidak hanya memperlebar suara, tetapi juga dapat mensimulasikan arah datangnya suara. Ini terbukti ketika jagoan di The Witcher 3 melewati kerumunan orang sedang berbicara maupun sedang berlari karena dikejar serigala.

Sayangnya subwoofer milik MZ27AQ tidak hanya murni menyalurkan efek suara bass. Terdengan subwoofer juga mengeluarkan frekuensi lain, seperti hembusan angin dan suara orang. Oleh karena itu subwoofer dapat diletakkan di bagian tengah-tengah monitor agar tata suara surround tidak bercampur dengan suara mono dari subwoofer.

Efek simulasi surround masih dapat dirasakan hingga jarak 1,5 meter dari monitor. Jika menonton lebih dari jarak tersebut, yang terdengar dari output suara ketika bermian gim atau menonton film hanyalah stereo.

Kesimpulan

Dengan dibalut desain elegan serta performa suara yang cukup bagus, monitor ini jadi pelengkap konten multimedia. Bisa juga untuk meningkatkan nilai estetika ruangan di rumah. Kelemahannya terlihat saat melakukan benchmark. Tetapi kelemahan tersebut dapat tertutupi saat menjalankan konten non-benchmark. Alangkah lebih baik jika subwoofer hanya menyalurkan suara frekuensi rendah agar tidak harus diletakkan di tengah monitor.

Kelebihan:
+ Layar menawan
+ Kualitas audio baik
+ Layar anti-reflective

Kekurangan:
– Cahaya backlight LED berlebih di sudut layar
– Subwoofer tidak sepenuhnya menampilkan frekuensi rendah
– Warna hitam kurang pekat

Source >